26.5 C
Pekanbaru
Jumat, 9 Oktober 2026

Harumkan Nama UPP di Kancah Internasional, Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Dampingi Siswa Thailand Raih Medali Emas Storytelling

HAT YAI, THAILAND – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Pasir Pengaraian (UPP) di kancah internasional. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UPP, Lisa Irmawati, berhasil menunjukkan kontribusinya dalam dunia pendidikan internasional setelah mendampingi siswa binaannya meraih medali emas dalam kompetisi storytelling berbahasa Inggris tingkat sekolah menengah pertama di Provinsi Songkhla, Thailand.

Siswa yang dibimbing Lisa, Haifa Chaewae, siswi kelas M.3/1 Program Khusus AEMP Bumrungsuksa Islamic Boarding School, berhasil memperoleh 94 poin dan menempati peringkat kedua dalam kompetisi tersebut. Ajang ini diikuti oleh lebih dari 90 sekolah dari berbagai wilayah di Provinsi Songkhla.

Keberhasilan tersebut menjadi capaian yang tidak hanya membanggakan bagi Haifa dan sekolahnya, tetapi juga menjadi bukti bahwa mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UPP mampu mengimplementasikan kompetensi akademik dan pedagogiknya dalam lingkungan pendidikan lintas negara.

Kompetisi storytelling tersebut merupakan bagian dari Festival Akademik bertajuk “Membuka Dunia Pendidikan” (โครงการมหกรรมวิชาการเปิดโลกการศึกษา) Tahun Anggaran 2569 BE atau 2026 M. Kegiatan berlangsung pada 29–30 Agustus 2026 di Sekolah Chariyahtham Mulniti, Distrik Chana, Provinsi Songkhla.

Festival akademik tersebut diselenggarakan oleh Organisasi Administrasi Provinsi Songkhla bersama Asosiasi Sekolah Swasta Pengajaran Agama Islam Provinsi Songkhla. Kegiatan juga menjadi bagian dari program “Pelatihan Peningkatan Kualitas Keterampilan Akademik Islam” Angkatan ke-20.

Festival ini menjadi wadah bagi para siswa dari berbagai sekolah untuk menunjukkan kemampuan akademik dan keterampilan mereka. Salah satu cabang yang menarik perhatian adalah lomba storytelling berbahasa Inggris yang menguji kemampuan peserta dalam menyampaikan sebuah cerita secara komunikatif dan ekspresif.

Dalam kompetisi tersebut, peserta tidak hanya dituntut menghafalkan teks cerita. Kemampuan pengucapan, intonasi, pengaturan tempo, ekspresi wajah, hingga penggunaan gerak tubuh menjadi bagian penting dalam penilaian. Peserta dituntut mampu menghidupkan cerita sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh juri maupun penonton.

Haifa tampil membawakan cerita berjudul “Snow White and the Seven Dwarfs”. Dalam proses persiapannya, Lisa Irmawati memberikan pendampingan secara intensif, terutama dalam penguasaan pengucapan bahasa Inggris, intonasi, ekspresi, serta teknik penyampaian cerita.

Prestasi tersebut menjadi buah dari kerja keras Haifa yang mendapatkan dukungan dan pendampingan selama proses magang Lisa di Bumrungsuksa Islamic Boarding School. Pengalaman tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana program mobilitas mahasiswa dapat memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah secara langsung di lingkungan pendidikan internasional.

Lisa sendiri menjalani program magang selama dua bulan di Bumrungsuksa Islamic Boarding School, Hat Yai, melalui International Student Mobility Program (ISMP). Program tersebut diselesaikannya pada 15 September 2026.

Selama menjalani program, Lisa berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Assoc. Prof. Dr. Pipit Rahayu, M.Pd. Selain mengajar bahasa Inggris pada jenjang sekolah menengah pertama, Lisa juga terlibat dalam pendampingan siswa untuk mengikuti berbagai kompetisi, termasuk storytelling dan pidato berbahasa Inggris.

Pengalaman mengajar di wilayah Thailand Selatan memberikan pengalaman tersendiri bagi Lisa. Ia tidak hanya berhadapan dengan metode pembelajaran yang berbeda, tetapi juga berada dalam lingkungan multibahasa dan multikultural.

Dalam aktivitas pembelajaran sehari-hari, bahasa Inggris, bahasa Thai, dan bahasa Melayu digunakan dalam berbagai situasi komunikasi. Kondisi tersebut menjadi pengalaman berharga bagi Lisa untuk mengembangkan kemampuan adaptasi dalam mengajar serta memahami karakteristik peserta didik dengan latar belakang bahasa dan budaya yang beragam.

Pengalaman tersebut dinilai menjadi bekal penting bagi calon pendidik bahasa Inggris. Sebab, seorang guru tidak hanya dituntut menguasai materi pembelajaran, tetapi juga harus mampu menyesuaikan pendekatan mengajar dengan karakter, lingkungan, bahasa, dan budaya peserta didiknya.

Atas kontribusinya dalam mendampingi siswa hingga meraih prestasi, Lisa Irmawati juga menerima piagam penghargaan sebagai guru pembimbing dari Asosiasi Sekolah Swasta Pengajaran Agama Islam Provinsi Songkhla. Penghargaan tersebut diberikan kepada guru pembimbing siswa yang berhasil meraih penghargaan medali emas dalam lomba storytelling bahasa Inggris tingkat sekolah menengah pertama.

Rektor UPP Apresiasi Prestasi di Kancah Internasional

Rektor Universitas Pasir Pengaraian, Assoc. Prof. Dr. Hardianto, M.Pd., CPCT, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian yang diraih Lisa Irmawati bersama siswa binaannya.

“Kami menyambut dengan sukacita dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian luar biasa yang diukir oleh mahasiswa kita di kancah internasional. Keberhasilan saudari Lisa Irmawati mendampingi dan melatih siswa di Thailand hingga meraih medali emas adalah bukti nyata bahwa kualitas akademik dan keterampilan mengajar mahasiswa UPP mampu bersaing serta memberikan dampak positif di tingkat global,” ujar Hardianto.

Menurutnya, capaian tersebut semakin memperkuat komitmen UPP dalam mendorong internasionalisasi perguruan tinggi sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman akademik dan profesional di tingkat global.

“Prestasi ini semakin memperkuat komitmen UPP dalam mewujudkan visi internasionalisasi perguruan tinggi,” lanjutnya.

Prodi Pendidikan Bahasa Inggris: Prestasi Ketiga di Tingkat Internasional

Sementara itu, Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UPP, Azi Nurazimah Juhastri, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada Lisa Irmawati sekaligus terima kasih kepada Dosen Pembimbing Lapangan, Assoc. Prof. Dr. Pipit Rahayu, M.Pd., yang telah memberikan pendampingan selama pelaksanaan program.

Azi mengatakan, prestasi yang diraih Lisa menjadi kebanggaan bagi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP, maupun UPP secara keseluruhan. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa pembinaan kompetensi pedagogik dan kemampuan bahasa Inggris yang diberikan kepada mahasiswa dapat diimplementasikan dalam lingkungan pendidikan internasional.

“Keberhasilan ini tidak hanya membawa harum nama program studi, fakultas, dan universitas, tetapi juga membuktikan kualitas program pembinaan kompetensi pedagogik serta keahlian bahasa Inggris di FKIP UPP,” ungkap Azi.

Ia menambahkan, capaian tersebut juga menjadi salah satu bukti nyata dari kualitas Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UPP yang telah meraih akreditasi Unggul.

“Capaian ini merupakan wujud dan hasil nyata dari akreditasi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris yang telah meraih predikat Unggul. Kami berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus berprestasi, berani mengambil peluang di tingkat internasional, serta mengaplikasikan ilmu keguruan secara luas sebagai calon pendidik profesional,” tambahnya.

Azi juga mengungkapkan bahwa prestasi Lisa Irmawati menjadi capaian internasional ketiga yang diraih mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UPP dalam beberapa waktu terakhir.

Sebelumnya, pada September 2025, mahasiswa atas nama Septyanaldo berhasil meraih peringkat ketiga dalam International Students Competition on Need Analysis for ESP & EMI.

Kemudian pada 2026, prestasi internasional kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris melalui Nurmaulina dan Wirdatul Jannah yang berhasil meraih penghargaan Best Paper in International Conference Presenter 2026.

Rangkaian capaian tersebut menunjukkan semakin terbukanya peluang mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UPP untuk berkiprah di tingkat internasional. Tidak hanya sebagai peserta kompetisi, mahasiswa juga mampu mengambil peran sebagai pendidik, pendamping, sekaligus pembimbing siswa di lingkungan pendidikan luar negeri.

Bagi Lisa Irmawati, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan akademiknya. Ia mendapatkan kesempatan untuk menguji kemampuan mengajar secara langsung, berinteraksi dengan siswa dari latar belakang budaya berbeda, sekaligus membuktikan bahwa ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di UPP dapat memberikan manfaat di luar negeri.

Capaian ini sekaligus menjadi gambaran bahwa internasionalisasi pendidikan bukan hanya tentang keberadaan mahasiswa di luar negeri, tetapi juga tentang bagaimana mereka mampu membawa nama baik almamater, berbagi pengetahuan, serta memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan pendidikan tempat mereka berada.

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Temukan Kami

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Artikel Terbaru