ROKAN HULU – Perang melawan narkoba tidak selalu identik dengan penangkapan dan jeruji besi. Di Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu, upaya memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba dilakukan dengan cara yang berbeda. Pendekatan kemanusiaan, pembinaan spiritual, dan sentuhan keagamaan menjadi jalan yang ditempuh Polsek Kepenuhan untuk mengembalikan harapan para korban penyalahgunaan narkoba.
Komitmen tersebut disampaikan Kapolsek Kepenuhan, IPTU Jonnes, SH, saat ditemui wartawan, Kamis (23/7/2026). Menurutnya, pemberantasan narkoba tidak cukup hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga harus dibarengi dengan upaya menyelamatkan mereka yang telah terjerumus agar mampu kembali menjalani kehidupan secara normal.
“Korban penyalahgunaan narkoba harus diberi kesempatan untuk berubah. Karena itu kami mengedepankan pendekatan yang humanis, edukatif, dan religius agar mereka kembali memiliki harapan serta semangat menjalani hidup,” ujar IPTU Jonnes.
Sebagai bagian dari program pembinaan, Polsek Kepenuhan secara rutin mengajak para korban mengikuti Gerakan Salat Subuh Berjamaah di masjid-masjid setempat. Kegiatan tersebut dipadukan dengan pembinaan karakter, bimbingan rohani, serta komunikasi yang intensif agar mereka tidak kembali terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
Bagi IPTU Jonnes, perubahan perilaku tidak dapat dipaksakan melalui rasa takut semata. Kesadaran lahir dari hati yang disentuh melalui nilai-nilai agama, kepedulian, dan perhatian yang berkelanjutan.
“Ketika seseorang mulai dekat dengan Allah SWT, mulai rajin beribadah, maka perlahan ia akan memiliki kekuatan untuk meninggalkan kebiasaan buruk. Itu yang terus kami bangun,” katanya.
Pendekatan tersebut bukan tanpa alasan. Sosok IPTU Jonnes sendiri dikenal sebagai anggota Polri yang memiliki rekam jejak pengabdian yang baik. Saat masih berpangkat Bripka dan bertugas sebagai Banit Satlantas Polres Rokan Hulu, ia pernah menerima penghargaan berupa hadiah ibadah umrah dari Kapolres Rokan Hulu saat itu, AKBP M. Hasyim Risahondua, pada Oktober 2018.
Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, integritas, dan pengabdian tanpa pamrih yang ditunjukkannya selama menjalankan tugas sebagai anggota Polri.
Kini, setelah dipercaya memimpin Polsek Kepenuhan—wilayah tempat ia dilahirkan dan dibesarkan—IPTU Jonnes berupaya menghadirkan wajah kepolisian yang dekat dengan masyarakat, tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pembimbing bagi mereka yang ingin memperbaiki kehidupan.
Salah satu kisah nyata datang dari Anto (34), warga RT 01 RW 02 Desa Ulak Patian, Kecamatan Kepenuhan. Pria yang pernah terjerat penyalahgunaan sabu itu mengaku kehidupannya berubah setelah mendapat perhatian dan pembinaan dari Kapolsek Kepenuhan.
“Dulu saya jauh dari keluarga dan ibadah. Sekarang Alhamdulillah saya sudah rutin salat, sering berolahraga, dan berusaha menjalani hidup dengan lebih baik. Semua itu berawal dari bimbingan Pak Kapolsek yang tidak pernah menghakimi saya,” ungkap Anto.
Ia mengaku, kepedulian yang diberikan IPTU Jonnes membuatnya memiliki keberanian untuk meninggalkan ketergantungan terhadap narkoba dan kembali menjalani kehidupan yang sehat bersama keluarga.
“Saya sangat bersyukur masih ada aparat yang mau merangkul kami. Beliau bukan hanya menegakkan hukum, tetapi juga membimbing kami agar benar-benar berubah. Saya berharap semakin banyak orang yang mendapat kesempatan seperti saya,” ujarnya penuh haru.
Bagi Polsek Kepenuhan, keberhasilan penanganan narkoba bukan hanya diukur dari banyaknya pelaku yang ditangkap, tetapi juga dari berapa banyak warga yang berhasil diselamatkan dari ketergantungan dan mampu kembali menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga maupun lingkungan.
Pendekatan yang diterapkan ini menjadi bukti bahwa kehadiran Polri tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi mereka yang ingin bangkit dari masa lalu menuju kehidupan yang lebih bermakna.
