ROKAN HULU – Universitas Pasir Pengaraian (UPP) kembali dipercaya menjadi pusat penyelenggaraan kegiatan kemahasiswaan berskala regional. Kali ini, Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HMTS) UPP menjadi tuan rumah Temu Wicara Regional (TW-REG) VIII Wilayah II Riau dan Kepulauan Riau, yang secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Rokan Hulu, H. Syafaruddin Poti, S.H., M.M., di Kampus UPP, Kamis (30/7/2026).
Pembukaan kegiatan berlangsung meriah dan dihadiri berbagai unsur pemerintah daerah, dunia pendidikan, serta perbankan. Turut hadir Rektor Universitas Pasir Pengaraian, Assoc. Prof. Dr. Hardianto, M.Pd., Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Margono, S.Sos., M.Si., Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Rokan Hulu Alreza Ahyu, S.E., M.Si., perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Direktur Bank BPR Rokan Hulu Anggi Firmansyah, S.T., M.M., serta sivitas akademika UPP.
Mengusung semangat mempererat kolaborasi antarmahasiswa, TW-REG VIII diikuti delegasi mahasiswa Teknik Sipil dari 15 perguruan tinggi yang berasal dari Provinsi Riau dan Kepulauan Riau. Forum ini menjadi wadah bertukar gagasan, memperkuat jejaring organisasi, sekaligus membangun sinergi dalam menghadapi tantangan pembangunan di masa depan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Rokan Hulu, H. Syafaruddin Poti, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Universitas Pasir Pengaraian sebagai penyelenggara kegiatan regional tersebut. Menurutnya, kehadiran mahasiswa dari berbagai kampus merupakan momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah daerah.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu selalu membuka ruang bagi kalangan akademisi untuk berkontribusi melalui ide, gagasan, maupun kritik yang bersifat membangun demi kemajuan daerah.
“Pemerintah daerah sangat terbuka untuk berkolaborasi, menerima masukan, bahkan kritik yang konstruktif disertai solusi. Namun, yang paling kami harapkan adalah lahirnya inovasi nyata dari mahasiswa Teknik Sipil yang dapat memberikan manfaat bagi pembangunan daerah,” ujar Syafaruddin Poti.
Lebih lanjut, ia mengajak mahasiswa Teknik Sipil agar tidak hanya berorientasi pada aspek teknis dalam merancang infrastruktur, tetapi juga mampu mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal ke dalam setiap konsep pembangunan. Menurutnya, identitas daerah harus tetap tercermin melalui desain bangunan dan fasilitas publik yang dibangun.
Sebagai contoh, ia menyinggung nilai historis dan filosofi arsitektur Ratib Toga yang menjadi salah satu kekayaan budaya Rokan Hulu. Warisan tersebut dinilai dapat menjadi inspirasi dalam menghadirkan desain infrastruktur yang modern tanpa meninggalkan karakter dan kearifan lokal masyarakat Melayu.

Menutup sambutannya, Wakil Bupati berharap penyelenggaraan TW-REG VIII tidak hanya menghasilkan keputusan organisasi atau program kerja, tetapi juga melahirkan jejaring yang semakin kuat antarmahasiswa Teknik Sipil di wilayah Riau dan Kepulauan Riau. Ia optimistis forum tersebut akan menjadi ruang lahirnya berbagai gagasan inovatif yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun kemajuan bangsa.
Melalui penyelenggaraan TW-REG VIII, Universitas Pasir Pengaraian kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan kapasitas mahasiswa melalui kegiatan akademik dan organisasi yang berskala regional. Selain memperkuat silaturahmi antarkampus, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi calon insinyur yang adaptif, inovatif, serta memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya dan pembangunan berkelanjutan.
