32.2 C
Pekanbaru
Senin, 7 September 2026

Pesan Hotman di PKKMB UPP: Jadilah Mahasiswa Cerdas, Bukan Sekadar Sarjana

ROKAN HULU Pesan tegas disampaikan Komisi Yudisial Republik Indonesia, Hotman Parulian Siahaan, SH, MH, kepada 1.336 mahasiswa baru Universitas Pasir Pengaraian (UPP) tahun akademik 2026/2027. Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan bangku kuliah sekadar tempat mengejar nilai dan selembar ijazah.

Pesan tersebut disampaikan Hotman saat menjadi pemateri dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UPP 2026 dengan mengangkat tema “Mahasiswa Cerdas, Indonesia Kuat: Bela Negara”, yang dipusatkan di Lapangan Merdeka UPP, Senin (7/9/2026) pagi.

Di hadapan ribuan mahasiswa baru yang berasal dari berbagai daerah, Hotman mengajak mahasiswa menjadikan masa perkuliahan sebagai momentum membentuk kualitas diri sekaligus mempersiapkan masa depan.

“Jangan anda hanya sekadar berkuliah. Kalau tujuannya hanya selembar ijazah, ngapain juga Anda pilih UPP? Banyak kampus online hari ini,” ujar Hotman.

Menurutnya, mahasiswa harus memiliki tujuan yang jelas dan obsesi positif ketika memutuskan menempuh pendidikan tinggi. Masa kuliah selama tiga hingga empat tahun tidak boleh dilewati begitu saja tanpa target pengembangan diri.

Hotman bahkan mengajak mahasiswa untuk melihat perjalanan perkuliahan sebagai investasi jangka panjang.

“Ketika Anda tiga atau empat tahun berkuliah, selain dunia akademik ada kemampuan-kemampuan lain yang harus Anda siapkan,” tegasnya.

Sarjana Tak Cukup Hanya Pandai Menghafal

Hotman menilai perubahan zaman membuat dunia kerja semakin membutuhkan lulusan perguruan tinggi yang memiliki kemampuan lebih dari sekadar penguasaan teori.

Ia mengambil contoh mahasiswa hukum. Menurutnya, seorang sarjana hukum tidak cukup hanya mampu membaca buku hukum atau menghafal pasal.

“Kalau Anda bisa baca KUHP saja, baca data saja atau buku-buku hukum saja, Anda menjadi seorang penghafal pasal. Penghafal pasal itu tidak laku di Republik ini,” katanya.

Yang jauh lebih penting, lanjut Hotman, adalah bagaimana mahasiswa membangun soft skill, terutama kemampuan berkomunikasi dan public speaking.

Kemampuan tersebut sangat dibutuhkan karena lulusan perguruan tinggi nantinya akan berhadapan langsung dengan masyarakat dan berbagai persoalan yang membutuhkan komunikasi, negosiasi serta kemampuan mencari jalan keluar.

“Seorang sarjana hukum harus mampu membangun komunikasi yang baik. Itulah kenapa pekerjaan di bidang hukum ada yang namanya negosiator, mediator,” jelasnya.

Jangan Hanya Mahasiswa Komputer yang Melek Teknologi

Selain kemampuan komunikasi, Hotman juga mengingatkan mahasiswa mengenai pentingnya penguasaan teknologi.

Menurutnya, kemampuan komputer dan teknologi digital bukan hanya kebutuhan mahasiswa yang mengambil bidang ilmu komputer. Semua mahasiswa, apa pun program studinya, harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Jangan nanti anak fakultas komputer saja yang tahu komputer. Fakultas lain juga perlu,” ujarnya.

Ia mencontohkan perkembangan teknologi di bidang kebidanan. Jika dahulu proses pemeriksaan lebih banyak mengandalkan pemeriksaan secara manual, perkembangan teknologi kini membuat tenaga kesehatan harus mampu memahami dan memanfaatkan teknologi seperti USG.

Demikian pula dengan bidang pertanian. Hotman mengingatkan mahasiswa agar tidak lagi melihat pertanian secara konvensional sebatas aktivitas menanam dan memanen.

“Di negara-negara maju hari ini pertanian itu sudah tidak lagi konvensional. Karena ada ilmu pengetahuan dan akses informasi, pertanian itu sudah menjadi teknologi pertanian,” katanya.

Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa setiap disiplin ilmu terus mengalami perubahan. Karena itu, mahasiswa UPP harus memiliki kemauan untuk terus belajar dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Bela Negara Dimulai dari Meningkatkan Kualitas Diri

Dalam konteks tema “Mahasiswa Cerdas, Indonesia Kuat: Bela Negara”, Hotman mengajak mahasiswa memahami bahwa menjadi generasi yang berkualitas merupakan bagian penting dari kontribusi terhadap bangsa.

Mahasiswa tidak cukup hanya memiliki status sebagai insan akademik, tetapi juga harus membangun kemampuan berkomunikasi, menguasai teknologi, memiliki wawasan luas, mampu beradaptasi serta memiliki tujuan hidup yang positif.

Ia juga menyinggung pentingnya kemampuan berbahasa sebagai salah satu bekal mahasiswa menghadapi dunia profesional.

Pesan Hotman tersebut menjadi bagian penting dari pembekalan 1.336 mahasiswa baru UPP dalam mengawali perjalanan mereka di perguruan tinggi.

PKKMB tidak hanya menjadi momentum untuk memperkenalkan lingkungan akademik UPP, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun pola pikir mahasiswa agar sejak awal menyadari bahwa keberhasilan di masa depan tidak hanya ditentukan oleh ijazah.

Mahasiswa UPP diharapkan tidak berhenti menjadi lulusan yang memiliki gelar, tetapi tumbuh menjadi generasi yang memiliki kompetensi, karakter, kemampuan teknologi, komunikasi yang baik, serta keberanian untuk berkontribusi bagi masyarakat, daerah dan Indonesia.

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Temukan Kami

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Artikel Terbaru