PEKANBARU–Gejolak geopolitik di kawasan Timur Tengah dan terpuruknya nilai tukar rupiah, langsung berdampak terhadap sektor perjalanan ibadah umrah. Kenaikan harga tiket pesawat internasional dan biaya operasional perjalanan membuat harga paket umrah diperkirakan mengalami penyesuaian hingga mengalami kenaikan mencapai Rp6 juta..
Menanggapi kondisi tersebut, para pemikik travel umrah di Riau mengimbau masyarakat yang sudah memiliki niat dan kemampuan agar tidak menunda keberangkatan umrah. Sebab, belum ada jaminan harga paket umrah akan kembali turun dalam waktu dekat.
Dalam pertemuan para travel owner Riau di Pekanbaru, Senin (11/5) membahas kenaikan harga tiket dan penurunan nilai tukar rupiah yang akan berdampak langsung pada kenaikan harga paket umrah, terungkap bahwa kondisi global saat ini sangat mempengaruhi industri penerbangan internasional, terutama rute menuju Timur Tengah.
Konflik geopolitik di Timur Tengah membuat biaya penerbangan meningkat. Dampaknya tentu berpengaruh pada harga paket umrah.
Namun demikian, meski ada konsekuensi penambahan biaya, masyarakat yang sudah punya niat apalagi sudah mendaftar, diimbau sebaiknya jangan lagi menunda keberangkatan.
Travel owner di Riau memaklumi, banyak masyarakat berharap harga umrah akan kembali normal seperti sebelumnya. Namun kondisi global yang belum stabil membuat prediksi penurunan harga sulit dipastikan.
“Kita semua tentu berharap harga bisa turun lagi. Tapi sampai hari ini belum ada jaminan itu akan terjadi dalam waktu dekat. Justru yang dikhawatirkan, jika situasi belum membaik, harga bisa kembali mengalami kenaikan,” ujar salah seorang travel owner dalam pertemuan tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa umrah bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan ibadah yang membutuhkan kesiapan niat dan kesempatan.
“Kadang kesempatan itu tidak datang dua kali. Ketika Allah sudah mudahkan rezeki dan kesehatan, maka jangan lagi menunggu,” ujar salah seorang travel owner lainnya.
Meski terjadi penyesuaian harga, pihak travel memastikan pelayanan dan kenyamanan jamaah tetap menjadi prioritas, mulai dari akomodasi, transportasi hingga pendampingan ibadah selama di Tanah Suci.***
