25 C
Pekanbaru
Rabu, 22 Juli 2026

Dosen UPP Edukasi Warga Kepenuhan Timur Kelola Sampah Plastik dengan Metode PAM

ROKAN HULU Komitmen perguruan tinggi dalam memberikan solusi terhadap persoalan lingkungan kembali ditunjukkan oleh dosen Universitas Pasir Pengaraian (UPP). Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, tim dosen UPP menggelar Sosialisasi Pengelolaan Sampah Plastik dengan Metode Pungut, Angkut dan Manfaat (PAM) di Desa Kepenuhan Timur, Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Aula Kantor Desa Kepenuhan Timur mulai pukul 09.00 WIB tersebut mengangkat tema “Sosialisasi Pengelolaan Sampah Plastik dengan Metode Pungut Angkut dan Manfaat (PAM) pada Daerah Rawan Banjir di Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau.”

Program ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun 2026.

Hadir sebagai narasumber utama, Wakil Dekan III Fakultas Teknik Universitas Islam Riau, Ir. Jhoni Rahman, B.Eng., M.Eng., Ph.D., IPP, yang memaparkan pentingnya pengelolaan sampah plastik secara terpadu sebagai upaya mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus meminimalisir risiko banjir di kawasan permukiman.

Tim pengabdian Universitas Pasir Pengaraian terdiri dari Dr. Ir. H. Purwo Subekti, M.T., selaku Dosen Teknik Mesin, serta Andi Lesmana, SE., MM., yang turut memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penerapan metode PAM sebagai langkah sederhana namun efektif dalam mengelola sampah plastik agar memiliki nilai manfaat.

Edukasi Masyarakat untuk Menjaga Lingkungan

Ketua Tim Pengabdian, Dr. Ir. H. Purwo Subekti, M.T., Rabu (22/7/2026) mengatakan bahwa persoalan sampah plastik tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi salah satu penyebab utama terjadinya banjir akibat tersumbatnya saluran air.

Menurutnya, melalui metode Pungut, Angkut, dan Manfaat (PAM), masyarakat diajak untuk membangun kebiasaan baru dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa sampah plastik bukan hanya limbah yang harus dibuang, tetapi juga dapat dikelola sehingga memiliki nilai ekonomi dan manfaat bagi lingkungan. Metode PAM menjadi langkah sederhana yang dapat diterapkan masyarakat untuk mengurangi pencemaran sekaligus meminimalisir potensi banjir, khususnya di wilayah yang rawan genangan seperti Kecamatan Kepenuhan,” ujar Dr. Purwo Subekti.

Ia berharap ilmu yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi semata, melainkan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat dengan dukungan pemerintah desa.

“Kami berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat terus terjalin sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. Pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari kesadaran setiap individu,” tambahnya.

Pemerintah Desa Apresiasi Pengabdian Dosen UPP

Sementara itu, Kepala Desa Kepenuhan Timur, Azhar AS, SH., MH., menyampaikan apresiasi kepada Universitas Pasir Pengaraian beserta seluruh tim pengabdian yang telah memilih Desa Kepenuhan Timur sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan.

Ia menilai sosialisasi tersebut sangat relevan dengan kondisi desa yang kerap menghadapi persoalan sampah plastik, terutama saat musim penghujan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Pasir Pengaraian dan seluruh tim pengabdian yang telah memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Kepenuhan Timur. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman kepada warga tentang pentingnya pengelolaan sampah plastik agar lingkungan tetap bersih dan risiko banjir dapat diminimalisir,” kata Azhar AS.

Menurutnya, Pemerintah Desa siap mendukung program-program serupa yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan.

“Kami berharap ilmu yang diberikan dapat diterapkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Pemerintah Desa akan terus mendukung upaya-upaya yang mendorong terciptanya budaya peduli lingkungan sehingga Desa Kepenuhan Timur menjadi desa yang bersih, sehat, dan bebas dari permasalahan sampah plastik,” tutupnya.

Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari peserta yang terdiri dari perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga Desa Kepenuhan Timur. Selain pemaparan materi, peserta juga mengikuti sesi diskusi interaktif mengenai pengelolaan sampah plastik yang efektif dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan di wilayah rawan banjir.

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Temukan Kami

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Artikel Terbaru