31.2 C
Pekanbaru
Kamis, 26 Februari 2026

UPP Ingatkan Mahasiswa: Puasa Bukan Alasan Turunkan Semangat Belajar

ROKAN HULU – Bulan suci Ramadhan dikenal sebagai bulan yang penuh ampunan dan keberkahan. Momentum ini menjadi waktu yang tepat bagi umat Muslim untuk berlomba-lomba dalam kebaikan serta meningkatkan kualitas diri, termasuk dalam hal semangat belajar bagi mahasiswa.

Rektor Universitas Pasir Pengaraian (UPP), Assoc. Prof. Dr. Hardianto, M.Pd., CPCT, Kamis (19/02/2026), membagikan tiga tips agar mahasiswa tetap semangat belajar selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Menurutnya, puasa bukan alasan untuk menurunkan produktivitas akademik. Sebaliknya, Ramadhan justru harus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas belajar sekaligus ibadah.

  1. Perbanyak Belajar Sembari Menunggu Berbuka

Tips pertama yang disampaikan Rektor UPP adalah memanfaatkan waktu luang menjelang berbuka puasa atau yang biasa dikenal dengan istilah ngabuburit untuk belajar.

Ia menegaskan bahwa belajar tidak termasuk aktivitas berat yang dapat menguras energi secara fisik, sehingga tetap bisa dilakukan dengan nyaman saat berpuasa.

“Kalau mahasiswa belajar sambil berpuasa, tetap semangat, dan bahkan jadikan bulan puasa itu sebagai bulan belajar. Sambil ngabuburit, baca-baca. Belajar bukan termasuk kerja kasar dan kerja berat, malah justru meringankan puasa,” ujarnya.

Menurutnya, ilmu yang dipelajari dengan niat baik tidak hanya bermanfaat untuk masa depan, tetapi juga bernilai ibadah.

  1. Perbanyak Membaca Al-Qur’an dan Ibadah

Selain belajar akademik, mahasiswa juga didorong untuk meningkatkan ibadah, terutama membaca Al-Qur’an selama Ramadhan. Hardianto menyebutkan bahwa peningkatan kualitas ibadah akan berdampak positif pada semangat dan rasa syukur seseorang.

“Kalau biasanya membaca Al-Qur’an 10 halaman, saat Ramadhan ditingkatkan jadi 20 halaman, sambil ngabuburit baca Al-Qur’an. Nantinya ketika baca Al-Qur’an saja berjalan dengan baik, belajar juga pasti berlangsung dengan baik,” terang Hardianto.

Ia menilai keseimbangan antara ibadah dan aktivitas akademik akan membentuk karakter mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual.

  1. Perbanyak Sedekah dan Perhalus Budi Pekerti

Tips ketiga yang disampaikan adalah memperbanyak sedekah serta memperhalus budi pekerti. Ramadhan merupakan bulan di mana setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya.

Rektor UPP mengingatkan bahwa sedekah tidak selalu berbentuk materi. Bagi mahasiswa yang belum memiliki kemampuan finansial lebih, kebaikan dapat diwujudkan dalam bentuk lain.

“Kalau mahasiswa misalnya belum punya uang lebih, untuk menjadi dermawan, bisa diganti dengan membantu masyarakat, meringankan beban orang tua dan keluarga, salah satunya dengan cara rajin belajar, itu bisa menjadi sedekahnya. Intinya berbuat baik dengan sesama, dengan demikian kita akan bisa memahami nikmatnya berkah belajar,” pungkasnya.

Di akhir pesannya, Hardianto kembali menegaskan bahwa puasa tidak boleh dijadikan alasan untuk bermalas-malasan dalam menjalankan perkuliahan.

“Melakukan aktivitas perkuliahan itu tidak boleh mengeluh karena bukan termasuk pekerjaan kasar dan berat. Jadi tetap semangat dan bahkan bulan puasa itu bulan untuk belajar,” pesannya.

Melalui pesan tersebut, pimpinan UPP berharap mahasiswa dapat menjadikan Ramadhan sebagai momentum peningkatan prestasi akademik sekaligus penguatan iman dan takwa, sehingga keberkahan Ramadhan benar-benar dirasakan dalam kehidupan kampus maupun kehidupan sehari-hari.

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Temukan Kami

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Artikel Terbaru