TAMBUSAI UTARA – Ratusan Anak Kemenakan yang tergabung dalam Forum Anak Kemenakan Luhak Tambusai menggelar silaturahmi bersama tokoh masyarakat dan ninik mamak Anak Suku Melayu Rantau Kasai di Balai Adat Rantau Kasai, Kantor LAM Tambusai Utara, Sabtu (14/2/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan ditutup dengan jamuan makan siang dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan di kediaman Sariman bergelar Datuk Pagar Nogori.
Turut hadir dalam rombongan Forum Anak Kemenakan Luhak Tambusai di antaranya Irwansyah, Yaumi, Julianda, Ujang, serta sejumlah tokoh masyarakat dari Dalu-Dalu dan sekitarnya. Kehadiran mereka disambut baik oleh para datuk dan ninik mamak setempat.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas pengelolaan kebun bersama di wilayah Luhak Tambusai serta pola kemitraan yang akan dibangun. Rombongan juga sempat merencanakan peninjauan lahan kebun eks Torganda di Afdeling 9, 10, dan 11. Namun, rencana tersebut dibatalkan karena dikhawatirkan terjadi benturan di lapangan, mengingat sudah terdapat ratusan karyawan Agrinas dari Kebun Batang Kumun 1 dan Kebun Batang Kumun 2 yang berjaga, ditambah oknum yang diduga preman sewaan.
Ketua Forum Anak Kemenakan Luhak Tambusai, Irwansyah, saat dikonfirmasi wartawan menegaskan bahwa kehadiran mereka di Balai Adat Rantau Kasai semata-mata untuk mempererat silaturahmi dan menjaga persatuan.
“Rantau Kasai adalah bagian dari masyarakat Anak Kemenakan Luhak Tambusai. Jangan karena Surat Keputusan Agrinas, anak kemenakan menjadi terpecah belah hingga berujung bentrok di lapangan,” tegas Irwansyah.

Ia menambahkan, komunikasi yang dibangun bersama Anak Kemenakan Suku Melayu Rantau Kasai bertujuan untuk menciptakan kerja sama yang harmonis.
“Kami ingin kedua belah pihak bisa bekerja sama, saling merangkul bukan saling memukul. Persatuan dan hubungan kekerabatan harus dijaga agar kita tidak mudah dibenturkan dan dipecah belah oleh kepentingan pihak manapun,” ujarnya.
Irwansyah juga mengapresiasi perjuangan Anak Kemenakan Suku Melayu Rantau Kasai dalam mempertahankan tanah ulayatnya.
“Jika ingin menyerahkan lahan untuk masyarakat adat Luhak, wilayahnya harus jelas. Bukan wilayah yang sudah dikuasai dan diperjuangkan masyarakat Rantau Kasai. Tentunya mereka akan menolak jika lahan yang telah diperjuangkan diambil oleh pihak lain,” jelasnya.

Sementara itu, Sariman bergelar Datuk Pagar Nogori yang didampingi Datuk Majo Rokan menyampaikan terima kasih atas kehadiran Forum Anak Kemenakan Luhak Tambusai.
“Kami menyambut baik kehadiran kaum famili dari Luhak Tambusai. Selain silaturahmi, pertemuan ini juga menjadi ruang diskusi terkait perjuangan yang sedang kami lakukan. Dukungan dari Forum Anak Kemenakan Luhak Tambusai sangat berarti bagi kami,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa pihaknya terbuka untuk komunikasi dan kerja sama demi memperjuangkan hak-hak Anak Kemenakan di Luhak Tambusai.
“Kita welcome dan tidak menutup diri jika ada pihak-pihak yang ingin berkomunikasi untuk menyukseskan perjuangan ini. Namun kami menyesalkan sikap oknum Agrinas yang diduga sengaja memecah belah Anak Kemenakan di Luhak Tambusai,” tegas Datuk Pagar Nogori.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal memperkuat soliditas Anak Kemenakan se-Luhak Tambusai dalam menjaga tanah ulayat serta membangun pola kemitraan yang adil dan bermartabat.
