27.2 C
Pekanbaru
Jumat, 13 Maret 2026

Profesi Guru Semakin Kuat di Tengah Gempuran AI

Opini: Aluwis

Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan laju yang sangat pesat. Teknologi ini telah merambah hampir seluruh sektor kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Berbagai aplikasi berbasis AI kini mampu menjawab pertanyaan, merangkum materi pembelajaran, hingga membantu siswa menyelesaikan tugas hanya dalam hitungan detik.

Kondisi tersebut memunculkan beragam pandangan di tengah masyarakat. Sebagian pihak mulai mempertanyakan masa depan profesi guru. Tidak sedikit yang berasumsi bahwa kemajuan teknologi suatu saat akan menggantikan peran guru di ruang kelas.

Namun menurut akademisi Universitas Pasir Pengaraian, Aluwis, anggapan tersebut perlu dilihat secara lebih mendalam. Ia menilai bahwa pendidikan tidak bisa disederhanakan hanya sebagai proses penyampaian informasi semata.

“Jika pendidikan hanya dimaknai sebagai proses mentransfer pengetahuan, mungkin saja teknologi dapat menggantikan sebagian peran tersebut. Namun sejatinya pendidikan jauh lebih luas dari sekadar menyampaikan materi pelajaran,” ujar Aluwis dalam pandangannya.

Ia menjelaskan bahwa pendidikan pada hakikatnya merupakan proses memanusiakan manusia. Di dalamnya terdapat pembentukan karakter, nilai moral, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kematangan emosional peserta didik. Aspek-aspek inilah yang tidak dapat digantikan oleh teknologi secanggih apa pun.

Dalam praktiknya, guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi. Lebih dari itu, guru merupakan pembimbing, motivator, sekaligus teladan bagi para siswa. Interaksi antara guru dan peserta didik tidak hanya berkutat pada pelajaran di buku, tetapi juga menyentuh berbagai aspek kehidupan yang akan membentuk masa depan mereka.

“AI mungkin mampu memberikan jawaban dengan cepat dan akurat. Namun AI tidak mampu memberikan keteladanan. Teknologi juga tidak dapat memahami secara utuh kondisi emosional siswa, latar belakang keluarga mereka, ataupun memberikan sentuhan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan dalam proses pendidikan,” jelasnya.

Menurut Aluwis, kehadiran AI seharusnya tidak dipandang sebagai ancaman bagi profesi guru, melainkan sebagai tantangan sekaligus peluang untuk memperkuat kualitas pendidikan.

“Bagi saya, kehadiran AI justru menjadi momentum bagi guru untuk memperkuat perannya. Guru di era kecerdasan buatan harus mampu menempatkan diri sebagai pengarah pembelajaran, bukan lagi sekadar sumber informasi,” ungkapnya.

Ia menilai bahwa di tengah derasnya arus informasi digital, peserta didik justru semakin membutuhkan guru yang mampu menanamkan kemampuan berpikir kritis, literasi digital, serta etika dalam memanfaatkan teknologi.

Lebih jauh, Aluwis juga meyakini bahwa pendidikan masa depan tidak hanya membutuhkan generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat, empati sosial, serta kemampuan bekerja sama. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, hanya dapat dibangun melalui bimbingan dan keteladanan seorang guru.

Karena itu, ia mendorong para pendidik untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Guru perlu memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran, tanpa kehilangan peran utamanya sebagai pembentuk karakter dan nilai-nilai kehidupan.

“Pada akhirnya, teknologi dapat membantu proses belajar, tetapi arah dan makna pendidikan tetap membutuhkan sentuhan manusia. Selama pendidikan bertujuan membentuk manusia yang berakhlak, berkarakter, dan bertanggung jawab, maka profesi guru akan tetap berdiri kuat,” tegasnya.

Ia pun menutup pandangannya dengan menegaskan bahwa kecerdasan buatan memang mampu memberikan banyak pengetahuan kepada siswa. Namun makna di balik pengetahuan tersebut tetap membutuhkan peran seorang guru.

“AI boleh saja mengajarkan banyak hal kepada siswa. Tetapi hanya guru yang mampu menanamkan makna kehidupan di balik setiap pengetahuan yang mereka pelajari,” pungkas Aluwis.

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Temukan Kami

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Artikel Terbaru