30.2 C
Pekanbaru
Minggu, 25 Januari 2026

Nuansa Melayu Menggema di Kampus UPP, Festival Budaya Jadi Tonggak Kolaborasi Pelestarian Daerah

ROKAN HULU – Universitas Pasir Pengaraian (UPP) menggelar Festival Budaya Melayu Riau yang dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoA) antara Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPP dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Rokan Hulu. Kegiatan ini berlangsung di Aula UPP, Kamis (22/01/2026), mulai pukul 09.00 WIB.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Rektor UPP Assoc. Prof. Dr. Hardianto, M.Pd., CPCT, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Rokan Hulu Helfiskar, SH, MH, perwakilan Lapas Kelas IIB Pasir Pengaraian, perwakilan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Rokan Hulu, perwakilan Polres Rokan Hulu, para dekan, ketua program studi di lingkungan UPP, serta tamu undangan lainnya.

Prosesi pernikahan adat Melayu Riau ditampilkan oleh mahasiswa Universitas Pasir Pengaraian (UPP) dalam Festival Budaya Melayu Riau yang digelar di Aula UPP, Kamis (22/01/2026).
Prosesi pernikahan adat Melayu Riau ditampilkan oleh mahasiswa Universitas Pasir Pengaraian (UPP) dalam Festival Budaya Melayu Riau yang digelar di Aula UPP, Kamis (22/01/2026).

Dalam sambutannya, Rektor UPP Assoc. Prof. Dr. Hardianto, M.Pd., CPCT menegaskan bahwa Festival Budaya Melayu Riau merupakan bentuk nyata komitmen UPP dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya daerah melalui peran strategis perguruan tinggi.

“Perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga jati diri dan kebudayaan bangsa. Melalui festival budaya dan penandatanganan MoA ini, UPP siap berkolaborasi aktif bersama Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu dalam upaya pelestarian dan pengembangan budaya Melayu,” ujar Rektor.

Mahasiswa Universitas Pasir Pengaraian (UPP) menampilkan kesenian tradisional Melayu Onduo (menimang anak) dalam rangkaian Festival Budaya Melayu Riau yang digelar di Aula UPP, Kamis (22/01/2026).
Mahasiswa Universitas Pasir Pengaraian (UPP) menampilkan kesenian tradisional Melayu Onduo (menimang anak) dalam rangkaian Festival Budaya Melayu Riau yang digelar di Aula UPP, Kamis (22/01/2026).

Ia juga berharap kerja sama antara LPPM UPP dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Rohul dapat melahirkan berbagai program riset, pengabdian masyarakat, serta kegiatan edukatif yang berbasis kearifan lokal.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Rokan Hulu, Helfiskar, SH, MH, dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Rokan Hulu yang tidak dapat hadir karena agenda lain yang telah terjadwal sebelumnya.

“Kami menyampaikan permohonan maaf dari Bapak Bupati Rokan Hulu yang tidak dapat hadir pada kegiatan ini. Beliau menitipkan salam dan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Festival Budaya Melayu Riau di UPP. Begitu memasuki ruangan ini, nuansa Melayu sudah sangat terasa,” ungkap Helfiskar.

Helfiskar menambahkan bahwa Kabupaten Rokan Hulu memiliki ragam kebudayaan yang sangat kaya, namun seiring perkembangan zaman, budaya Melayu mulai mengalami pengikisan.

“Melalui kegiatan yang ditaja oleh UPP ini, kami berharap dapat bersama-sama dengan perguruan tinggi untuk menggali kembali potensi budaya yang mulai hilang. Ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, di mana tanggung jawab pelestarian budaya bukan hanya pemerintah, tetapi juga perguruan tinggi, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu siap berkolaborasi secara berkelanjutan dengan UPP dalam menggali, mengembangkan, dan mempromosikan potensi budaya daerah.

Pada Festival Budaya Melayu Riau tersebut, mahasiswa UPP tampil aktif memperagakan berbagai rangkaian kegiatan budaya, di antaranya Barzanji, Onduo, permainan tradisional seperti congkak, gasiang, kelereng, togak dingin, kinkek, bodie, patok lele, dan simbang. Selain itu, turut ditampilkan pengobatan tradisional seperti tutomeh dan sampuaran, serta berbagai aktivitas adat Melayu seperti boladang, monganyo, meniro, bodagang, munahan lukah, munangguk, mumotong, bukobun, hingga prosesi pernikahan adat Melayu.

Melalui festival ini, UPP bersama Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu berharap nilai-nilai budaya Melayu dapat terus hidup, dikenal oleh generasi muda, serta menjadi identitas kuat daerah di tengah arus modernisasi.

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Temukan Kami

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Artikel Terbaru