ROKAN HULU – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan civitas akademika Universitas Pasir Pengaraian (UPP). Salah seorang dosen Program Studi Pendidikan Biologi UPP, Arief Anthonius Purnama, M.Si., Ph.D, berhasil meraih hibah penelitian internasional dari Nagao Natural Environment Foundation (NEF) Japan.
Hibah bergengsi tersebut diperoleh untuk penelitian bertema konservasi ikan Arowana Golden Red, salah satu spesies ikan hias bernilai tinggi yang dilindungi, yang berlokasi di Desa Mahato, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu.
Rektor Universitas Pasir Pengaraian, Assoc. Prof. Dr. Hardianto, M.Pd., CPCT, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian dosen UPP yang mampu bersaing di tingkat internasional.
“Kami sangat bangga dan mengapresiasi capaian Dr. Arief Anthonius Purnama yang berhasil memperoleh hibah penelitian dari lembaga internasional ternama seperti NEF Jepang. Ini membuktikan bahwa kualitas dosen UPP mampu bersaing di level global dan memiliki kontribusi nyata dalam pelestarian lingkungan,” ujar Rektor UPP.
Menurut Rektor, keberhasilan ini juga sejalan dengan visi UPP sebagai perguruan tinggi yang unggul dalam bidang riset dan pengabdian kepada masyarakat berbasis potensi lokal.
“Penelitian ini tidak hanya berdampak pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan pelestarian keanekaragaman hayati di Kabupaten Rokan Hulu,” tambahnya.
Sementara itu, Arief Anthonius Purnama, M.Si., Ph.D menjelaskan bahwa penelitian yang didanai oleh NEF Jepang tersebut berfokus pada upaya konservasi berkelanjutan Arowana Golden Red melalui pendekatan ilmiah dan pemberdayaan masyarakat lokal.
“Arowana Golden Red merupakan spesies endemik bernilai ekologis dan ekonomis tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi habitat, strategi konservasi, serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestariannya agar tidak terancam punah,” jelas Arief.
Ia menambahkan, Desa Mahato dipilih sebagai lokasi penelitian karena memiliki potensi habitat alami yang masih cukup baik serta keterlibatan masyarakat yang besar dalam aktivitas perikanan.
“Saya berharap hasil penelitian ini dapat menjadi rekomendasi kebijakan konservasi sekaligus mendorong praktik pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan di Rokan Hulu,” ujarnya.
Keberhasilan meraih hibah dari Nagao Natural Environment Foundation (NEF) Japan ini semakin mengukuhkan komitmen Universitas Pasir Pengaraian dalam mendorong dosen untuk aktif dalam penelitian bereputasi internasional serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam pelestarian lingkungan dan pembangunan daerah.
