ROKAN HULU – Membangun karakter pemimpin tidak harus menunggu seseorang duduk di kursi jabatan. Jiwa kepemimpinan justru perlu ditanamkan sejak bangku sekolah.
Pesan tersebut disampaikan Rektor Universitas Pasir Pengaraian (UPP), Assoc. Prof. Dr. Hardianto, M.Pd, CPCT, saat menjadi pemateri Workshop Kepemimpinan dan Organisasi di SMA Negeri 1 Bangun Purba, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Rokan Hulu, Kamis (24/9/2026) pagi.
Workshop yang dipusatkan di Aula SMAN 1 Bangun Purba itu merupakan bagian dari kegiatan kokurikuler dengan mengusung tema “Suara Demokrasi: Bersama Kita Wujudkan Pemimpin yang Amanah untuk Masa Depan yang Lebih Baik.”
Di hadapan para siswa, Hardianto membahas sejumlah aspek fundamental dalam kepemimpinan, mulai dari kemampuan memimpin, kerja sama, tanggung jawab hingga komunikasi.
Menurutnya, seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki kemampuan memberikan instruksi. Pemimpin juga harus mampu menjadi teladan, mendengarkan orang lain, membangun kepercayaan dan bertanggung jawab terhadap amanah yang diterimanya.
“Pemimpin yang baik bukan hanya mampu memberikan arahan, tetapi juga mampu mendengarkan, berkomunikasi dengan baik, bekerja sama dan bertanggung jawab terhadap apa yang menjadi amanahnya,” ujar Hardianto.
Hardianto mendorong para siswa agar tidak takut mengambil peran dalam berbagai kegiatan organisasi di sekolah. Menurutnya, pengalaman berorganisasi merupakan salah satu ruang penting untuk melatih kemampuan memimpin.
“Leadership itu tidak muncul secara instan. Kepemimpinan harus dilatih dan dibangun sejak dini melalui pengalaman, organisasi, kerja sama dan keberanian mengambil tanggung jawab,” jelasnya.
Ia menilai sekolah memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter calon pemimpin masa depan. Melalui organisasi dan berbagai aktivitas bersama, siswa dapat belajar menyampaikan gagasan, mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan dan menghargai perbedaan.
Hal tersebut, lanjutnya, juga memiliki keterkaitan erat dengan tema Suara Demokrasi yang diangkat dalam kegiatan tersebut.
Hardianto menjelaskan bahwa demokrasi membutuhkan kemampuan untuk berkomunikasi sekaligus menghargai perbedaan pendapat.
“Ketika kita berada dalam sebuah organisasi, tidak mungkin semua orang memiliki pendapat yang sama. Karena itu, kemampuan berkomunikasi, mendengarkan dan menghargai pendapat orang lain menjadi sangat penting,” katanya.

Kepala SMAN 1 Bangun Purba, Drs. Hj. Saidah, M.M., menyambut positif kehadiran Rektor UPP sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut.
Menurut Saidah, pembekalan kepemimpinan yang diberikan langsung oleh pimpinan perguruan tinggi menjadi pengalaman berharga bagi siswa.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Rektor Universitas Pasir Pengaraian yang telah berkenan hadir dan memberikan pembekalan kepada anak-anak kami. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan tema Suara Demokrasi dan kebutuhan siswa dalam membangun karakter kepemimpinan,” ujar Saidah.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda kokurikuler, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap pembentukan karakter siswa.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan bekal kepada siswa untuk berani memimpin, mampu bekerja sama, menghargai perbedaan dan bertanggung jawab atas setiap keputusan yang diambil,” tambahnya.
Tidak hanya berbicara mengenai kepemimpinan, Hardianto juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan Universitas Pasir Pengaraian (UPP) kepada para siswa sebagai salah satu pilihan untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Ia menyampaikan bahwa UPP memiliki sejumlah program beasiswa yang dapat dimanfaatkan calon mahasiswa maupun mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan.
Untuk mahasiswa baru, di antaranya tersedia KIP Kuliah, Beasiswa Rekomendasi Desa, Edugrant, Beasiswa Hafidz Al-Qur’an, Beasiswa Yatim Piatu dan Beasiswa SDM PKS.
Sementara bagi mahasiswa on going, terdapat peluang beasiswa dari sejumlah pihak, di antaranya Pemerintah Provinsi Riau, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, Pertamina, Baznas dan YPRH, sesuai persyaratan serta ketentuan masing-masing program.
Informasi tersebut diharapkan dapat membuka wawasan siswa bahwa keterbatasan ekonomi bukan satu-satunya alasan untuk menghentikan langkah melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
“Jangan pernah merasa bahwa kuliah itu hanya untuk mereka yang memiliki kemampuan ekonomi. UPP terus membuka berbagai akses dan peluang beasiswa. Yang terpenting adalah kemauan untuk belajar, berprestasi dan mempersiapkan masa depan,” tuturnya.
Hardianto juga mengajak para siswa mempersiapkan diri sejak dini, baik dari sisi akademik maupun karakter, sehingga setelah menyelesaikan pendidikan menengah mereka memiliki kesiapan untuk melanjutkan pendidikan sekaligus menentukan masa depan.
Workshop Kepemimpinan dan Organisasi di SMAN 1 Bangun Purba menjadi ruang pembelajaran bagi siswa untuk memahami bahwa kepemimpinan bukan sekadar tentang posisi atau jabatan.
Kepemimpinan dibangun melalui keberanian mengambil tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, komunikasi yang baik, sikap menghargai perbedaan serta kesediaan mendengarkan orang lain.
Melalui tema Suara Demokrasi, para siswa juga diajak memahami bahwa perbedaan pendapat merupakan bagian dari kehidupan bersama yang harus dikelola melalui dialog dan sikap saling menghormati.
Kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, kemampuan berorganisasi dan kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.
Dari ruang kelas dan organisasi sekolah, nilai-nilai kepemimpinan itu diharapkan menjadi bekal bagi para siswa untuk melangkah menuju pendidikan tinggi, dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat di masa mendatang.
