ROKAN HULU – Universitas Pasir Pengaraian (UPP) kembali menorehkan capaian akademik membanggakan. Salah satu dosennya, Dr. Ryan Prayogi, M.Pd, dari Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), berhasil meraih gelar doktor dan menjadi doktor ke-38 yang dimiliki Universitas Pasir Pengaraian.
Capaian tersebut menjadi kabar baik bagi UPP sekaligus memperkuat komitmen perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya pengembangan kompetensi akademik dan profesional para dosen.
Berdasarkan judul disertasinya, Dr. Ryan Prayogi mengangkat penelitian berjudul “Model VCT-Tunjuk Ajar Melayu Riau dalam Pendidikan Pancasila untuk Memperkuat Civic Disposition Siswa SMA di Kota Pekanbaru.”
Penelitian tersebut mengangkat integrasi nilai-nilai budaya Melayu Riau dengan pendidikan Pancasila melalui pengembangan model pembelajaran yang diharapkan mampu memperkuat civic disposition atau karakter kewarganegaraan peserta didik.
Keberhasilan Dr. Ryan Prayogi meraih gelar doktor sekaligus menjadi doktor ke-38 UPP mendapat apresiasi dari Rektor Universitas Pasir Pengaraian, Assoc. Prof. Dr. Hardianto, M.Pd., CPCT.
Hardianto menyampaikan bahwa bertambahnya jumlah dosen bergelar doktor merupakan bagian penting dari proses penguatan kapasitas akademik UPP. Menurutnya, kualitas perguruan tinggi tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia, terutama dosen yang memiliki kompetensi akademik dan kepakaran sesuai bidangnya.
“Alhamdulillah, Universitas Pasir Pengaraian kembali mendapatkan kabar membanggakan dengan lahirnya doktor ke-38. Ini merupakan capaian yang patut kita syukuri dan apresiasi bersama,” ujar Hardianto, Jumat (21/08/2026).
Ia mengatakan, capaian tersebut tidak hanya menjadi prestasi pribadi bagi Dr. Ryan Prayogi, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap penguatan institusi dan peningkatan kualitas pendidikan di UPP.
“Semakin banyak dosen kita yang menyelesaikan pendidikan doktor, tentu semakin kuat pula kapasitas akademik Universitas Pasir Pengaraian. Kami berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi dosen-dosen lainnya untuk terus meningkatkan kualifikasi akademik dan menghasilkan karya ilmiah yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Menurut Hardianto, tema disertasi yang diangkat Dr. Ryan Prayogi juga memiliki relevansi yang kuat dengan kebutuhan pendidikan saat ini, terutama dalam membangun karakter peserta didik yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki nilai-nilai kebangsaan dan kecintaan terhadap budaya daerah.
“Penelitian yang mengangkat Tunjuk Ajar Melayu Riau dan pendidikan Pancasila ini sangat menarik karena menghubungkan nilai-nilai budaya lokal dengan penguatan karakter kewarganegaraan. Ini sejalan dengan semangat pendidikan yang tetap berakar pada budaya dan kearifan lokal,” ungkapnya.
Rektor UPP berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh Dr. Ryan Prayogi selama menempuh pendidikan doktor dapat diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran, penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat di lingkungan UPP.
“Gelar doktor bukan merupakan akhir dari proses akademik, tetapi menjadi awal untuk memberikan kontribusi yang lebih besar. Kami berharap Dr. Ryan dapat terus berkarya, menghasilkan penelitian yang berkualitas dan memberikan dampak positif bagi mahasiswa, UPP serta dunia pendidikan secara lebih luas,” tegas Hardianto.
Angkat Budaya Melayu Riau dalam Pendidikan Pancasila
Sementara itu, Dr. Ryan Prayogi, M.Pd, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilannya menyelesaikan pendidikan doktor sekaligus menyelesaikan penelitian yang berfokus pada pengembangan pendidikan karakter dan kewarganegaraan.
Ia menjelaskan, disertasinya berangkat dari pentingnya menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga mampu membentuk karakter dan sikap kewarganegaraan siswa.
Melalui penelitian berjudul “Model VCT-Tunjuk Ajar Melayu Riau dalam Pendidikan Pancasila untuk Memperkuat Civic Disposition Siswa SMA di Kota Pekanbaru”, Ryan mengembangkan pendekatan yang memadukan model pembelajaran VCT (Value Clarification Technique) dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Tunjuk Ajar Melayu Riau.
“Penelitian ini berangkat dari keinginan untuk menghadirkan pembelajaran Pendidikan Pancasila yang lebih kontekstual dengan kehidupan peserta didik. Nilai-nilai yang terdapat dalam Tunjuk Ajar Melayu Riau memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan dalam pembelajaran, khususnya dalam penguatan karakter dan civic disposition siswa,” jelas Ryan.
Menurutnya, pendidikan karakter dan kewarganegaraan perlu terus dikembangkan dengan mempertimbangkan lingkungan sosial serta budaya tempat peserta didik tumbuh.
Dengan pendekatan tersebut, siswa diharapkan tidak hanya memahami konsep Pancasila secara teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Ryan berharap hasil penelitian yang dilakukannya dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan model pembelajaran Pendidikan Pancasila sekaligus menjadi salah satu upaya menjaga dan memperkenalkan nilai-nilai budaya Melayu Riau kepada generasi muda.
“Harapannya, hasil penelitian ini tidak berhenti sebagai karya akademik, tetapi dapat memberikan manfaat bagi dunia pendidikan dan dapat dikembangkan lebih lanjut oleh para pendidik maupun peneliti,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Universitas Pasir Pengaraian, pimpinan universitas, rekan-rekan dosen, keluarga serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama proses pendidikan doktor hingga penyelesaian disertasi.
Perkuat Tradisi Akademik UPP
Bertambahnya Dr. Ryan Prayogi sebagai doktor ke-38 semakin memperkuat tradisi akademik Universitas Pasir Pengaraian. Capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan UPP dalam membangun perguruan tinggi yang memiliki sumber daya manusia berkualitas serta mampu menghasilkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan daerah.
Selain meningkatkan kualifikasi akademik dosen, UPP juga terus mendorong lahirnya penelitian yang mengangkat potensi lokal dan menjadikannya sebagai bagian dari inovasi pendidikan.
Keberhasilan Dr. Ryan Prayogi diharapkan menjadi inspirasi bagi civitas akademika UPP untuk terus mengembangkan budaya akademik, meningkatkan kompetensi, serta menghasilkan karya-karya ilmiah yang tidak hanya bernilai secara akademis, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
Dengan demikian, capaian doktor ke-38 tersebut bukan sekadar penambahan gelar akademik bagi seorang dosen, tetapi menjadi bagian dari langkah UPP dalam memperkuat kualitas institusi dan mencetak sumber daya manusia yang unggul, berkarakter serta memiliki kepedulian terhadap budaya dan lingkungan sosialnya.
