ROKAN HULU – Komitmen memperkuat kualitas pendidikan di Kabupaten Rokan Hulu kembali mendapat dukungan melalui kolaborasi dunia usaha dan perguruan tinggi. Bank Negara Indonesia (BNI) menyerahkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa sarana dan prasarana pendukung operasional kepada Universitas Pasir Pengaraian (UPP).
Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Aula Fakultas Ilmu Kesehatan UPP Lantai I, Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 07.30 WIB. Kegiatan ini menjadi bagian dari sinergi antara BNI, UPP dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi di Kabupaten Rokan Hulu.
Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPR RI Komisi VI Fraksi Demokrat, Dr. H. Achmad, M.Si; Area Head BNI Cluster Riau, Dance Samual Bale; Regional Government and Institutional Team Leader BNI, Ilwan Hafizh; Area Business Team BNI, Maya Riana; Branch Manager BNI Pasir Pengaraian, Afdal Munarse, beserta jajaran BNI lainnya.
Dari UPP, turut hadir Rektor UPP Assoc. Prof. Dr. Hardianto, M.Pd, CPCT, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Kerja Sama Lufita Nur Alfiah, S.P., M.Si, Wakil Rektor II Bidang Kepegawaian, Keuangan dan Aset H. Hidayat, SE, MM, CPHCM, Direktur Pascasarjana UPP Dr. Ria Karno, S.Pd., M.Si, para kepala lembaga dan pusat, pimpinan program studi Pascasarjana, mahasiswa Pascasarjana, mahasiswa penerima KIP Kuliah serta civitas akademika UPP.

Rektor UPP, Assoc. Prof. Dr. Hardianto, M.Pd, CPCT, menyampaikan apresiasi kepada BNI dan Dr. H. Achmad atas dukungan yang diberikan kepada UPP. Menurutnya, bantuan tersebut memiliki arti penting dalam menunjang aktivitas pembelajaran dan pengembangan kelembagaan kampus.
“Universitas Pasir Pengaraian merupakan salah satu kampus terbesar di Kabupaten Rokan Hulu. Berdasarkan jumlah mahasiswa, UPP juga berada pada posisi empat besar perguruan tinggi swasta di wilayah Riau dan Kepulauan Riau,” ujar Hardianto.
Ia menjelaskan, UPP saat ini terus menunjukkan perkembangan positif, termasuk melalui Program Pascasarjana yang untuk pertama kalinya akan melaksanakan wisuda bagi mahasiswa program magister.
“Alhamdulillah, wisuda akan kita laksanakan pada September ini. Wisuda perdana Program Studi S2 akan diikuti sekitar 13 mahasiswa angkatan pertama dan dijadwalkan pada 24 September 2026,” jelasnya.
Hardianto menegaskan, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa UPP berada pada jalur yang tepat dalam merealisasikan visi dan misi yang telah ditetapkan.
Selain itu, UPP juga terus melakukan pengembangan program studi yang relevan dengan kebutuhan daerah. Salah satunya melalui pengusulan program studi yang berkaitan dengan sektor kelapa sawit.
“Kemarin dosen-dosen UPP sudah menyusun proposal untuk program studi yang berkaitan dengan sawit. Mudah-mudahan program studi ini segera mendapatkan persetujuan dari Kementerian Pendidikan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UPP juga mengungkapkan perkembangan penerimaan mahasiswa baru. Hingga saat ini, jumlah mahasiswa baru UPP telah menembus lebih dari 1.000 orang.
“Masih ada waktu beberapa hari sebelum masa penerimaan mahasiswa baru berakhir. Target kita tahun ini mudah-mudahan mencapai 1.200 mahasiswa baru untuk periode ganjil 2026,” ungkapnya.
Terkait bantuan TJSL BNI, Hardianto menyebut dukungan tersebut akan memberikan dampak positif terhadap proses pendidikan, khususnya dalam pemenuhan sarana pendukung pembelajaran dan mobilitas kegiatan akademik.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Dr. H. Achmad yang telah memberikan aspirasi kepada Universitas Pasir Pengaraian. Ini merupakan bukti nyata beliau dalam menjalankan kewajiban sebagai anggota DPR RI dengan memberikan manfaat bagi perguruan tinggi, khususnya di Kabupaten Rokan Hulu,” tuturnya.
“Terima kasih juga kami sampaikan kepada BNI yang telah memberikan bantuan. Perangkat pendukung pembelajaran dan mobilitas pendidikan ini tentunya akan memberikan dampak luar biasa bagi kemajuan serta pelaksanaan proses pendidikan di Universitas Pasir Pengaraian,” sambung Hardianto.
Ia menambahkan, bantuan tersebut juga diharapkan dapat mendukung pengembangan Program Pascasarjana UPP yang kini telah memiliki gedung baru.
“Gedung Pascasarjana kita sudah ada, namun perlengkapannya masih perlu ditingkatkan. Dengan adanya bantuan ini, tentu pemanfaatannya akan semakin optimal dan memberikan dampak luar biasa bagi pengembangan Pascasarjana UPP,” jelasnya.
Menurut Hardianto, dukungan terhadap pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia dan kemajuan daerah.
“Pendidikan merupakan modal utama untuk kemajuan suatu bangsa dan negeri. Karena itu, bantuan dan kolaborasi seperti ini sangat berarti agar anak-anak dan generasi muda kita dapat melanjutkan pendidikan secara optimal,” tegasnya.
BNI Dorong Kolaborasi Berkelanjutan
Sementara itu, Area Head BNI Cluster Riau, Dance Samual Bale, mengatakan bantuan TJSL tersebut merupakan bentuk kepedulian BNI terhadap pengembangan pendidikan sekaligus bagian dari upaya membangun kolaborasi yang berkelanjutan dengan berbagai pihak.
Ia berharap sinergi antara BNI, UPP dan Yayasan Pembangunan Rokan Hulu tidak berhenti pada kegiatan penyerahan bantuan, tetapi dapat terus dikembangkan melalui berbagai program kerja sama yang memberikan manfaat lebih luas.
“Kami percaya kolaborasi yang baik tidak hanya berhenti pada kegiatan hari ini, tetapi dapat terus dikembangkan melalui berbagai kerja sama yang memberikan manfaat bagi institusi, civitas akademika, mahasiswa dan masyarakat Rokan Hulu secara lebih luas,” ujar Dance.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada UPP atas hubungan, kepercayaan dan perhatian yang telah diberikan kepada BNI dalam mendukung pengembangan pendidikan di daerah.
“Semoga sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha dan masyarakat dapat terus kita perkuat untuk menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya.
Dance berharap sarana dan prasarana yang diserahkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menunjang kegiatan pendidikan dan pengembangan UPP.
“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat sebesar-besarnya, dapat digunakan dengan baik serta memberikan kontribusi dalam mendukung kegiatan pendidikan dan pengembangan di UPP. Mari terus membangun kolaborasi karena kemajuan pendidikan adalah investasi untuk masa depan dan kemajuan daerah merupakan tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.
Dr. H. Achmad: Bantuan Harus Memberikan Manfaat Nyata
Di tempat yang sama, Anggota DPR RI Komisi VI Fraksi Demokrat, Dr. H. Achmad, M.Si, mengatakan kehadirannya di UPP merupakan bagian dari upaya mendorong terwujudnya dukungan nyata bagi sektor pendidikan di Kabupaten Rokan Hulu.
Ia menyebut penyerahan bantuan TJSL BNI kepada UPP merupakan bentuk sinergi yang harus terus dikembangkan antara dunia pendidikan, dunia usaha dan para pemangku kepentingan.
“Hari ini kita sama-sama hadir di kampus Universitas Pasir Pengaraian dalam satu agenda, yaitu penyerahan bantuan sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan, khususnya untuk mendukung perguruan tinggi UPP,” ujar Achmad.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas. Karena itu, dukungan terhadap sarana dan prasarana pendidikan harus terus didorong agar proses pembelajaran dapat berjalan semakin baik.
Achmad mengapresiasi BNI yang telah merespons aspirasi untuk membantu pengembangan sarana pendukung pendidikan di UPP. Ia berharap bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan akademik dan peningkatan kualitas layanan pendidikan.
“Bantuan ini tentu kita harapkan tidak hanya menjadi simbol, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen dan seluruh civitas akademika UPP. Kalau fasilitas pendidikan semakin baik, maka proses pembelajaran juga akan semakin optimal,” katanya.
Ia juga menilai sinergi antara BNI dan UPP merupakan contoh positif bagaimana dunia usaha dapat mengambil peran dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di daerah.
“Kita ingin kolaborasi seperti ini terus berlanjut. Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Ketika kita membantu perguruan tinggi, pada hakikatnya kita sedang membantu menyiapkan generasi masa depan Rokan Hulu yang lebih berkualitas dan mampu bersaing,” ungkap Achmad.
Ia berharap bantuan TJSL BNI tersebut dapat menjadi pemicu bagi lahirnya kerja sama-kerja sama berikutnya antara BNI, UPP, pemerintah daerah, dunia usaha dan berbagai pihak lainnya.
“Harapan kita, sinergi ini terus dijaga dan dikembangkan. Jangan sampai berhenti pada penyerahan bantuan hari ini, tetapi menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan untuk kemajuan pendidikan di Rokan Hulu,” tutupnya.
Penyerahan bantuan TJSL BNI kepada UPP tersebut sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ekosistem pendidikan tinggi. Dukungan dunia usaha yang bersinergi dengan perguruan tinggi diharapkan mampu mempercepat peningkatan kualitas sarana pendidikan sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi mahasiswa dan masyarakat Kabupaten Rokan Hulu.
