ROKAN HULU, Riauposting.net – Universitas Pasir Pengaraian (UPP) terus memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat, khususnya para Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang ingin meningkatkan kualifikasi akademiknya ke jenjang Strata Satu (S1).
Melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), UPP memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa untuk memperoleh pengakuan atas pengalaman kerja, pelatihan, sertifikasi, serta kompetensi yang telah dimiliki sebelumnya untuk dikonversi menjadi nilai akademik sesuai ketentuan yang berlaku.
Program ini menjadi salah satu alternatif bagi ASN P3K yang telah memiliki pengalaman kerja dan kompetensi, namun belum menyelesaikan pendidikan S1. Dengan skema RPL, proses pembelajaran dapat ditempuh secara lebih efisien karena pengalaman dan kompetensi sebelumnya dapat diperhitungkan dalam pemenuhan capaian pembelajaran.
Rektor Universitas Pasir Pengaraian, Assoc. Prof. Dr. Hardianto, M.Pd., CPCT, Kamis (13/08/2026) menjelaskan bahwa Program RPL merupakan bagian dari komitmen UPP dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Menurutnya, pengalaman seseorang selama bekerja maupun mengikuti berbagai pelatihan tidak semestinya dipandang sebagai sesuatu yang terpisah dari proses pendidikan. Melalui mekanisme RPL, pengalaman dan kompetensi tersebut dapat diakui secara akademik sesuai dengan hasil asesmen yang dilakukan perguruan tinggi.
“Program RPL memberikan ruang bagi masyarakat yang sudah memiliki pengalaman kerja maupun kompetensi untuk melanjutkan pendidikan tinggi dengan proses yang lebih fleksibel. Ini menjadi kesempatan bagi ASN P3K yang ingin meningkatkan kualifikasi akademik tanpa harus mengulang seluruh proses pembelajaran dari awal,” ujar Rektor UPP.
Hardianto menambahkan, keberadaan Program RPL juga mendukung pengembangan kompetensi dan karier peserta. Selain meningkatkan kualifikasi akademik, peserta dapat mengonversi Surat Keputusan (SK) maupun sertifikat kompetensi yang dimiliki menjadi bagian dari penilaian akademik melalui mekanisme RPL.
Salah satu keunggulan yang ditawarkan adalah masa studi yang lebih singkat, bahkan pada kondisi tertentu dapat ditempuh sekitar satu tahun, bergantung pada hasil rekognisi dan pemenuhan ketentuan akademik. Sistem pembelajaran juga didukung dengan konsep blended learning, sehingga memberikan fleksibilitas bagi peserta yang tetap menjalankan aktivitas pekerjaan.
“UPP ingin memberikan kemudahan akses pendidikan bagi mereka yang sudah bekerja, tetapi tetap membutuhkan peningkatan kualifikasi akademik. Karena itu, RPL kami hadirkan sebagai solusi pendidikan yang lebih fleksibel, dengan tetap memperhatikan standar dan ketentuan akademik,” jelasnya.
Dalam Program RPL tersebut, UPP membuka sejumlah pilihan Program Studi S1, yakni Teknik Mesin, Teknik Sipil, Agroteknologi, Agribisnis, Manajemen, Akuntansi, Teknik Informatika, Sistem Informasi, Ilmu Hukum, Pendidikan Fisika, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan IPS, Pendidikan Olahraga & Kesehatan, serta S1 Kebidanan.
Rektor UPP mengajak para ASN P3K dan masyarakat yang telah memiliki pengalaman kerja maupun kompetensi untuk memanfaatkan kesempatan tersebut. Menurutnya, peningkatan kualifikasi akademik tidak hanya berkaitan dengan gelar pendidikan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan kompetensi dan karier di masa mendatang.
“Bagi yang sudah menjadi ASN P3K tetapi belum memiliki ijazah S1, ini merupakan kesempatan yang dapat dimanfaatkan. Silakan berkonsultasi dengan UPP untuk mengetahui program studi yang sesuai serta proses rekognisi pembelajaran lampau yang dapat dilakukan,” pungkas Hardianto.
Informasi lebih lanjut mengenai Program RPL UPP dapat diperoleh melalui Universitas Pasir Pengaraian atau kanal informasi resmi UPP. Calon peserta juga dapat melakukan konsultasi terlebih dahulu terkait persyaratan, proses asesmen, pengakuan pengalaman dan kompetensi, serta pilihan program studi yang tersedia.
