Sabtu, 25 Mei 2024

Menakar Kekuatan Politik dan Kekuasaan Pilpres 2024

Melihat perencanaaan para calon yang bakal diusung untuk maju kepilpres 2024 mendatang, banyak stigma atau asumsi yang berkembang dimasyarakat, mulai dari warung kopi, pasar tradisional sampai ketempat hangeoutnya anak muda.

Iya, karena banyaknya para bakal calon presiden tersebut wara wiri kebeberapa daerah dan tempat yang terlihat dari flyer disosial media atau siaran berita televisi yang mana mereka sedang melakukan jualan moral dan obral janji jika terpilih nantinya.

Atas desakan pilihan kesepakatan partai dan pengusung maka terjadilah  kontrak politik yang akan dijadikan modal awal untuk memulai kontestasi yang syukur-syukur masyarakat harapkan tak terjadi.

Kesepakatan syarat akan kepentingan individu dan kelompok karena semua harus kembali ketangan rakyat sebagai pemegang teguh kedaulatan bangsa.

Adapun fenomena yang acapkali terjadi dikalangan elit politik adalah bagaimana kekuasaan itu harus menguasai dan siapapun yang berhak memegang kendali adalah yang berkuasa, karena sifat penguasa mengarah kepada menguasai bukan karena atas kepentingan kepenguasaan rakyat yang harusnya telah menjadi tanggung jawab atas pilihan rakyat sebagai orang yang diberikan jalan terang yang diamanahkan Tuhan sebagai janji buktinya kepada rakyat.

Bukan lagi tentang issue politik identitas yang hidup seakan mati suri  saat mendekati suhu politik dalam kontestasi perebutan dan penguasaan jabatan yang dibangun oleh orang didalamnya.

Rakyat merdeka bukan dalam perebutan atau pengusiran dan perbudakan dari tangan penjajah tapi rakyat merdeka bila rakyat hidup  tidak asing dinegerinya sendiri, ini bukan negeri feudal.

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru