Sabtu, 25 Mei 2024

Dampak Game Online Terhadap Perkembangan Emosi dan Sosial Anak

Penulis

Hermanto, S.Mat., M.Pd

Game Online dalam beberapa tahun terakhir terus berkembang dengan sangat pesat. Di Indonesia sendiri dalam 3 tahun terakhir berbagai judul dan genre game online terus menanjak popularitasnya. Keberadaan game online sebagai salah satu produk teknologi yang memiliki manfaat sebagai hiburan tentu saja tidak asing lagi, dan bahkan merupakan cara gaya hidup baru bagi beberapa orang disetiap kalangan anak muda ataupun pelajar.

Game online merupakan sebuah permainan berbasis visual yang didalamnya terdapat tantangan-tantangan yang menarik dan disuguhkan dengan berupa tampilan gambar tiga dimensi yang dilengkapi oleh efek-efek dan yang dapat menarik perhatian pemainnya. Game online biasanya dimainkan dengan menggunakan elektronik seperti komputer, leptop, ataupun gadget yang dilengkapi dengan jaringan internet.

Namun saat ini media yang paling banyak digunakan dan mudah untuk didapat apalagi untuk kalangan anak usia sekolah dasar adalah dengan menggunakan gadget. Tak sedikit orang yang menjadikan game online sebagai hobi untuk mengisi waktu luang dan menghilangkan stres.

Namun, jika dilakukan secara berlebihan, kebiasaan bermain game online bisa membuat pemainnya menjadi kecanduan untuk terus memainkannya, dan ketika sudah kecanduan maka kebiasaan berain game online akan sulit untuk berhenti dan membuat pemain lupa akan waktu dan keadaan sekitarnya. Perkembangan game online saat ini berkembang sangat pesat dan mulai menarik banyak peminat dari berbagai kalangan, baik dari mulai kalangan dewasa, remaja, sampai dengan anak-anak yang masih dalam usia sekolah dasar.

Pada usia sekolah dasar, anak masuk dalam perkembangan tahap semangat untuk mengeksplor lingkungan yang ada disekitarnya, selalu ingin berinteraksi dengan orang-orang, dan cenderung senang dengan hal-hal baru yang membuat anak tersebut penasaran. Tidak jarang pula siswa bermain hal baru dan memuaskan rasa penasarannya melalui game online, karena untuk usia sekolah dasar permainan yang ada dalam gadget seperti game online merupakan hal baru yang sangat menarik untuk seusia mereka.

Sehingga ketertarikan mereka pada game online membuat mereka bisa berdiam diri di dalam rumah hanya untuk menghabiskan waktu berjam-jam lamanya untuk bermain game online. Padahal untuk usia anak sekolah dasar seharusnya mereka sedang asyik-asyiknya bermain dan berbaur dengan teman sebayanya.

Pada anak usia sekolah dasar termasuk usia yang masih rentan dengan hal-hal yang negatif, karena anak usia sekolah dasar belum mampu membedakan dan memilah mana yang baik dan mana yang buruk untuk anak seusianya. Maraknya game online yang sudah banyak mempengaruhi anak usia sekolah dasar yang saat ini sudah bisa dikategorikan dalam tahap kecanduan game online.

Anak yang sudah masuk dalam tahap kecanduan game online memberikan pengaruh negatif pada diri anak seperti malas dalam belajar, malas untuk makan, sulit berkonsentrasi, memiliki jam tidur yang tidak teratur, dan hanya bersemangat ketika bermain game online saja. Selain itu frekuensi anak dalam bermain game online yang berlebihan juga dapat menimbulkan pengaruh pada kesehatan mata anak, dan berpengaruh pada perkembangan emosi dan sosial anak.

Pengaruh pada kesehatan mata yaitu ketika anak merasakan gatal dan panas setelah bermain game online, hal tersebut terjadi karena anak bermain game online dalam gadget dalam waktu yang berlebihan sehingga menyebabkan penurunan kesehatan pada mata karena radiasi yang ada pada gadget. Namun meskipun mereka sudah merasakan penurunan pada kesehatan mata mereka masih tetap bermain tanpa mempedulikan hal tersebut.

Pengaruh pada perkembangan emosi anak diantaranya yaitu anak mudah merasakan emosi saat anak kalah dalam bermain game online, anak mudah marah dalam kehidupan sehari-harinya, dan anak yang bermain game online menjadi lebih agresif. Bentuk perilaku agresif yang masih dalam tingkat sedang yang muncul dapat berupa perilaku negatif seperti menyerang suatu obyek, menyerang secara verbal ataupun secara simbolis, serta dapat melanggar benda hak milik orang lain.

Anak yang bermain game online sering mengeluarkan kata kasar saat mereka bermain, hal itu dianggap oleh anak sebagai luapan emosi mereka saat bermain. Sedangkan pengaruh game online pada perkembangan sosial anak diantaranya yaitu anak kurang berinteraksi dengan orang-orang sekitarnya seperti dengan teman sebaya bahkan sampai dengan keluarganya. Hal tersebut mengakibatkan relasi anak dengan orang tua, keluarga, dan teman-teman sebayanya menjadi jauh. Anak juga menjadi asyik dengan dunianya sehingga anak cenderung lebih merasa nyaman untuk bermain sendiri, kurang aktivitas diluar rumah, dan menjadi anak yang kurang peduli dengan sekitarnya.

Dengan melihat lebih banyaknya pengaruh negatif dari pada pengaruh positif dalam bermain game online pada anak usia sekolah dasar, maka sangat penting peran orang tua dan guru bekerjasama dalam menangani anak yang sudah kecanduan game online agar pengaruh negatif tidak berlanjut sampai tahap yang lebih buruk.

Orang tua dan guru dapat bekerjasama dengan melakukan berbagai cara diantaranya yaitu pertama orang tua dan guru dapat memberikan pemahaman kepada anak apa saja pengaruh negatif yang dapat timbul dari penggunaan game online. Kedua membatasi waktu anak dalam bermain game online, orang tua bisa membatasi anak dengan cara mengganti aktivitas anak dengan aktivitas yang lain seperti mengajak anak untuk belajar bersama, bermain atau aktivitas lain yang bisa dilakukan oleh orang tua dan anak.

Ketiga biasakan anak untuk tidur lebih awal, biasanya anak yang sudah kecanduan game online waktu tidurnya tidak teratur karena hampir setiap hari anak memainkan game online sampai tengah malam, dengan membiasakan anak untuk tidur lebih awal akan mengurangi frekuensi anak dalam bermain game online.

Keempat berikan pengarahan, pengawasan, dan dampingi anak saat sedang menggunakan gadgetnya, biasanya saat anak sedang asyik menggunakan gadget anak jadi lupa akan waktu. Dan kelima sering berkomunikasi dengan anak agar anak terbiasa berinteraksi dengan orang-orang sekitarnya. Dengan melakukan hal tersebut diharapkan dapat mengurangi pengaruh negatif pada anak yang bermain game online.

Penulis adalah Mahasiswa Program Doktoral Pendidikan Matematika Universitas Pendidikan Indonesia, Penerima BPI tahun 2022, dan juga Dosen Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Lakidende.

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru