Kamis, 23 Mei 2024

Dilepas Bupati Rohul, Dinsos P3A Salurkan 3.190 KPM Bantuan Sembako Dampak Inflasi

PASIRPENGARAIAN – Untuk mengantisipasi Inflasi akibat dampak BBM naik, Pemkab Rohul komitmen meneken lajunya inflasi dengan melakukan berbagai upaya seperti Pasar Murah dan telah memberikan sembako kepada masyarakat berpenghasilan rendah.

Bantuan sosial dampak inflasi ini secara simbolis diserahkan kepada keluarga penerima manfaat dan pelepasan armada Dinsos P3A Rohul pendistribusian sembako oleh Bupati Rohul H Sukiman didampingi Kepala Dinsos P3A Rohul H Damri Poti SSos MAP, di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Jumat (25/11/2022) pagi.

Sebagai leading sektor dalam penyaluran bansos dampak Inflasi, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Rohul akan mendistribusikan sembako untuk 3.190 KK yang akan dibagi dalam tiga tahap.

Bupati Rohul H. Sukiman menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini dilakukan dalam rangka pengendalian dan antisipasi dampak inflasi akibat kenaikan bahan bakar minyak (BBM) beberapa waktu yang lalu. Kegiatan ini merupakan salah satu langkah strategis yang ditempuh Pemerintah untuk menanggulangi dampak kenaikan harga BBM tersebut.

“Pemda Rohul telah melaksanakan berbagai kebijakan strategis agar dampak inflasi di daerah dapat diantisipasi untuk melindungi kelompok masyarakat rentan dan menjaga daya beli masyarakat serta meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Sukiman juga menuturkan, bahwa terdapat 3.190 KK di Kabupaten Rokan Hulu. Penerima bantuan yang akan disalurkan selama tiga bulan mulai dari Oktober sampai dengan Desember 2022. Ia berharap dengan adanya penyaluran bantuan tersebut dapat memenuhi kebutuhan dasar minimal masyarakat.

“Adapun tujuan pemberian bantuan yaitu untuk mengurangi risiko sosial dari menurunnya ekonomi dan kerentanan sosial agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dasar minimalnya,” papar mantan Dandim Inhil itu.

Ditempat yang sama, Kepala Dinsos P3A Rohul, H Damri Poti SSos MAP mengatakan, penyaluran bantuan dampak inflasi ini sesuai instruksi Pemerintah pusat kepada daerah mengalokasikan belanja wajib dalam rangka penanganan dampak inflasi tahun anggaran 2022.

Sebagai landasan hukum Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134 Tahun 22 tentang belanja wajib dalam rangka penanganan dampak inflasi Tahun 2022. Untuk jumlah keluarga penerima manfaat bantuan dampak inflasi Kabupaten Rohul 3.190 KK. Setiap Desa/Kelurahan diterima 22 KK, yang dibagi dalam 3 tahap (Oktober, November dan Desember).

“Pemkab Rohul melalui Dinsos P3A menyusun beberapa program dalam rangka penanganan dampak inflasi, salah satunya adalah pemberian bantuan bahan makanan akibat dampak inflasi,” kata Damri.

Bahan makanan yang diserahkan, Jelas Damri, seperti Beras 10 Kg, Minyak Goreng 2 Liter, Sarden 1 Kaleng dan Gula 1 Kg. Bahan sembako ini bersumber dari dana DID. Adapun pemberian dilaksanakan selama 3 bulan, mulai dari Oktober hingga Desember mendatang.

Dengan bantuan sembako ini, Damri berharap dapat meringankan beban masyarakat dan dapat mengurangi  pengeluaran  masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan upaya Pemkab Rohul dalam menekan terjadinya inflasi.

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru