Sabtu, 25 Mei 2024

Mahasiswa Tamteng dan Tambut Fekon UPP Berkolaborasi Dengan Pemdes Sulap Sampah Menjadi Pupuk

PASIRPENGARAIAN – Melalui presentasi sekaligus sosialisasi pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos, Mahasiswa Tambusai Tengah (Tamteng) dan Tambusai Utara (Tambut) berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Bangun Jaya, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) sulapkan sampah menjadi pupuk.

Presentase sekaligus sosialisasi tersebut mengusung tema “Pengolahan Sampah Organik Pasar Desa Bangun Jaya Menjadi Pupuk Kompos” yang dilaksanakan di aula kantor Desa Bangun Jaya, pada selasa (21/06/2022) pagi.

Fanny salah seorang mahasiswa Fekon UPP mengatakan, bahwa pelaksanaan kegiatan itu merupakan salah satu bentuk pengabdian yang dilakukan Mahasiswa FEKON UPP di tengah masyarakat Desa Bangun Jaya dalam rangka membangun desa yang bersih.

“Selain itu, kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa Tambusai Tengah dan Tambusai Utara untuk berkolaborasi dalam meningkatkan nilai sampah pasar,” ujarnya.

Lebih lanjut Fanny menjelaskan, dalam program ini, pemateri menekankan pada keterlibatan masyarakat yang harus ikut andil sebagai upaya terlaksananya program tersebut.

Fenny mengatakan, meski kegiatan ini belum membawa keuntungan yang begitu besar. Namun, ketika program ini terlaksana kita semua dapat mengurangi dampak yang tidak baik dimasa depan dengan mengurangi jumlah sampah terbuang saat ini.

“Kami juga sangat berharap melalui presentase ini dapat membentuk kerjasama antara mahasiswa, pihak Desa dan juga masyarakat,” tuturnya.

Ditempat yang sama, Criss selaku mahasiswa Fekon UPP juga menyampaikan, dalam rangka program pengolahan sampah menjadi pupuk kompos menggunakan sampah pasar desa Bangun Jaya.

“Adapun sampah yang digunakan dalam pengolahan pupuk kompos adalah sampah sayur seperti, kol, sawi, wortel, daun jagung dan buah-buahan yang sudah membusuk. Sebagai tambahan kami juga menggunakan cairan EM4, tanah hitam, gula pasir, dan sekam padi,” tuturnya.

“Cara membuatnya sangat mudah kita hanya perlu menyusun sampah organik, tanah dan bahan lainnya menjadi beberapa lapisan kedalam wadah seperti ember cat yang sudah tidak terpakai. Setelah mencapai pertengahan ember lalu disiram dengan cairan EM4 untuk memudahkan proses pembusukan pada sampah. Begitu seterusnya hingga ember terisi penuh. Kemudian tutup dan tunggu hingga kurang lebih 1 bulan dan lakukan pencacahan diminggu kedua atau ketiga,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Bangun Jaya, Yusrianto didampingi Ketua BPD, Damto Pangestu berserta BABINSA, Sofyan juga mengutarakan pendapatnya mengenai program ini. Pemerintah desa sangat berterimakasih dan sangat mendukung pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos ini, sehingga dapat berguna bagi masyarakat.

“Pihak desa sangat mendukung kegiatan ini, mahasiswa sekalian nantinya dapat bekerjasama dengan kumpulan Ibu PKK yang ada di Desa Bangun Jaya. Disini juga sudah tersedia lahan yang dapat kita olah bersama. Kita juga akan membuat agenda rutin yang mendorong masyarakat agar dapat membuat penghijauan di rumah masing-masing,” ujar Kades bangun jaya.

Babinsa juga menambahkan, Keadaan yang memprihatinkan seperti permasalahan sampah saat ini memang sangat membutuhkan penggerak untuk mengubah pola pemikiran masyarakat. Mahasiswa juga harus bekerjasama dengan organisasi pemuda di Desa Bangun Jaya sehingga menciptakan perubahan luar biasa yang tentunya menjadi harapan bersama.

Kegiatan presentase sekaligus sosialisasi pengolahan sampah organic menjadi pupuk kompos itu diikuti oleh 22 mahasiswa yang tergabung dalam dua Kecamatan dari Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Pasir Pengaraian semester 4. Mereka menampilkan hasil kegiatan mulai dari observasi sampah pasar hingga pembuatan pupuk kompos.

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru