Senin, 20 Mei 2024

Mahasiswa Fekon UPP Bagikan Tips Mendaur Ulang Sampah Organik di Desa Rambah Hilir

PASIRPENGARAIAN – Kreatifitas dalam mengelola sampah sangat diperlukan agar sampah tidak menciptakan lingkungan kotor dan berbau busuk, untuk mengatasi hal itu perlu dilakukan pengolahan atau mendaur ulang sampah menjadi sesuatu yang sangat berguna.

Terkait masalah tersebut, mahasiswa Universitas Pasir Pangaraian (UPP) Fakultas Ekonomi (Fekon) Prodi Manajemen semester 4 mata kuliah Teknopreneur membagikan tips dalam pengolahan sampah pasar tradisional menjadi pupuk kompos.

Bayu Rizki dan Rahma Yunita mengatakan, bahwa ada beberapa tips dalam melakukan pengolahan sampah pasar tradisional menjadi sesuatu yang berguna yaitu pupuk kompos. Dalam mata kuliah Teknopreneur, mahasiswa di tuntut untuk kreatif, inovatif dan bisa membaca peluang usaha. Sebagian orang mungkin berfikir sampah adalah hal yang tidak bisa di manfaat kan dan harus di buang. Tapi mahasiswa UPP bisa mengolah sampah tersebut menjadi bernilai dan bisa di manfaatkan.

“Seperti sampah pasar Muara Rumbai Kecamatan Rambah Hilir merupakan salah satu penyumbang sampah yang terbanyak di salah satu pasar yang berada di kecamatan Rambah Hilir, kami mahasiswa UPP sangat prihatin dengan keadaan masyarakat yang ada di lingkungan sekitar pasar muara rumbai,” paparnya.

Oleh karena itu, kata Bayu, mahasiswa Prodi manajemen UPP mengambil tindakan mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos. Dalam hal ini mahasiswa melakukan pengolahan sampah organik, karena sampah tersebut mudah membusuk dan menjadi sumber penyakit bagi masyarakat setempat. Sampah yang di ambil untuk membuat kompos terdiri dari sampah sisa sayuran, kulit buah, dan sampah yang mudah terurai.

“Selain sampah sisa sayuran bahan campuran untuk membuat kompos adalah cairan EM4 yang di tambahkan pada sampah sayuran yang telah di cincang halus, setelah itu sampah di biarkan membusuk beberapa Minggu, lalu di campur dengan tanah Bakaran serta sekam padi dan pupuk kompos pun siap di aplikasikan pada tanaman,” tambahnya.

Diakuinya, bahwa kegiatan ini pun sudah di persentasikan di Kantor Desa Rambah Hilir, dimana tujuan persentasi tersebut, supaya kegiatan pengelolaan sampah dapat berkontribusi juga ke desa, agar desa bisa mengajak masyarakat dalam pengelolaan sampah tersebut.

Sementara itu, Kades Rambah Hilir, Romi Juliandra SE mengutarakan, bahwa pemerintah desa sangat mendukung kegiatan pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos yang dipaparkan oleh mahasiswa UPP itu.

“Kami sangat senang jika ada kegiatan pengolahan sampah ini, karena sampah yang tadinya hanya dibuang sekarang dimanfaatkan menjadi pupuk kompos dan juga bermanfaat untuk desa, karena desa ada program penanaman sayur-sayuran dan buah-buahan, pupuk kompos ini berguna untuk program tersebut,” ujarnya.

Tambahnya, dengan adanya kegiatan pengelolaan sampah yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Pasir Pengaraian semoga bisa berdampak akan kebersihan pasar dan juga dapat membantu program-program yang ada di Desa Rambah Hilir dalam hal penghijauan ataupun dalam hal lainnya.

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru