Senin, 20 Mei 2024

Mahasiswa Fekon UPP Ajak Masyarakat Ujung Batu Ubah Sampah Bernilai Ekonomis

PASIRPENGARAIAN – Mahasiswa Manajemen Kecamatan Ujungbatu Fakultas Ekonomi (Fekon) Universitas Pasir Pengaraian (UPP) mengajak masyarakat Mengubah tumpukan sampah berserakan menjadi sesuatu bernilai ekonomis dan bermanfaat terhadap lingkungan.

Hal tersebut disampaikan salah seorang mahasiswa Ujung Batu Fekon UPP, Nivel Linda Sapitri ketika melakukan presentasi tentang cara pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos di Aula Kantor Camat Ujung Batu, Jumat (24/06/2022) pagi.

Presentase pengolahan sampah menjadi pupuk kompos itu, mahasiswa Ujung Batu Fekon UPP mengusung tema “Mengubah Pola Pikir Masyarakat Terhadap Tumpukan-tumpukan Sampah Yang Berserakan Menjadi Sesuatu Yang Bernilai Ekonomis dan Bermanfaat Terhadap Lingkungan Sekitar”.

Nivel Linda Sapitri didampingi rekan mahasiswa mengatakan, bahwa kegiatan tersebut merupakan final project dari mata kuliah Teknopreneur III di Fakultas Ekonomi Universitas Pasir Pengaraian.

“Kegiatan yang kami lakukan ini bertujuan untuk membentuk manajemen dan penganggaran pengelolaan sampah pasar menjadi suatu yang indah, ekonomis dan bermanfaat. Setelah kami melakukan observasi di pasar ujungbatu kami melihat banyaknya sampah-sampah yang berserakan dan sampah-sampah tersebut nantinya akan di kumpulkan dan di buang serta dibiarkan begitu saja di tempat pembuangan sampah. Kami Mahasiswa UPP mampu mengubah sampah organik menjadi pupuk kompos yang bermanfaat untuk menyuburkan tanaman,” paparnya.

“Adapun objek sampah yang kami gunakan untuk pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos itu dari sampah sayur-sayuran seperti kangkung, tomat, kol dan jenis sayuran lainnya dan juga sampah dari buah-buahan yang telah busuk,” tambah Nivel.

Lanjutannya, untuk bahan tambahan yang digunakan dalam metode pembuatan pupuk kompos dari sampah organik itu diantaranya, seperti cairan EM4, sekam padi atau sekam bakar, gula pasir, tanah hitam dan air.

“Jadi langkah pertama dalam membuat pupuk kompos ini yakni dengan memilah sampah organik terlebih dahulu kemudian dicacah sehalus mungkin, lalu sampah organik tersebut di masukkan pada wadah atau ember lalu sediakan wadah/ember kosong yang telah diberi lobang pada sisi ember,” tuturnya.

Setelah itu, lanjut Nivel, masukkan sekam padi/sekam bakar tersebut tingginya sekitar 10 cm lalu ratakan, selanjutnya masukkan sayur-sayur yang telah dicacah tersebut tingginya sekitar 15 cm lalu ratakan, selanjutnya masukkan tanah hitam sedikit saja kira-kira sampai menutupi sayur-sayur tersebut lalu ratakan.

“Kemudian menambahkan cairan yang telah dicampur kan dengan 1 tutup botol EM4, 3 sendok gula, dan 3 liter air tersebut lalu diaduk hingga merata (gunanya menambahkan cairan tersebut yakni sebagai sumber makanan bagi bakteri pengurai sampah didalam wadah/ember tersebut). Setelah mencampurkan cairan tersebut lalu ulangi seperti yang kita lakukan diawal tadi yakni memasukkan sekam padi atau sekam bakar dan begitu seterusnya sampai ember tersebut penuh,” jelas Nivel dengan penuh semangat.

Sementara itu, Ibu Sekcam Ujung Batu, Nurmi Aisyah mengutarakan, bahwa pemerintah Kecamatan Ujungbatu sangat mendukung penuh dalam pengolahan sampah organik itu menjadi pupuk kompos, sehingga dapat berguna bagi masyarakat dan membuat lingkungan menjadi bersih.

“Kami sangat mendukung Penuh kegiatan ini, dengan diadakan kegiatan ini InsyaAllah dari hasil kegiatan mahasiswa Fakultas Ekonomi UPP ini diharapkan dapat bermanfaat untuk masyarakat luas terutama ibu-ibu rumah tangga, dan diharapkan mahasiswa ini mampu mengembangkan inovasi serta kegiatan pengolahan sampah ini ke masyarakat luas,” harapnya.

Dari hasil presentasi yang telah dipaparkan oleh mahasiswa UPP itu, kedepannya pemerintah Kecamatan Ujungbatu akan membuat agenda atau program Kerja untuk pengolahan sampah dalam upaya penghijauan dirumah masing-masing.

Kegiatan presentasi pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos ini di ikuti 12 mahasiswa prodi manajemen dari Kecamatan yang berbeda-beda yakni dari kecamatan Ujungbatu, kecamatan Tandun, Kecamatan Kabun, Kecamatan Kunto Darussalam, Kecamatan Rokan 4 Koto, Fakultas Ekonomi UPP semester 4, dimana mereka menampilkan hasil kegiatan dari observasi sampah sampai kegiatan pembuatan pupuk kompos dari sampah organik.

Berita Lainnya

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru